(Illustrasi : Pelajar Memilih & Peran Pelajar Dalam Pesta Demokrasi) KAWAN PELAJAR - Ketua Umum Kawan Pelajar Tulungagung (KPT Kabupaten Tulungagung Angkat Bicara, Bahwasanya Sosialisasi Kepada DPT Baru , pengawasan serta pemantauan pada pemilih pemula memang harus diutamakan. "Terlebih, pemilih pemula cukup rawan dalam penggunaan hak pilihnya. Mengingat mereka memiliki kontribusi besar dalam perolehan suara pilpres dan pileg nantinya" Ketua Umum KPT, Usvia Dewi Masita mengatakan masih banyak pemilih pemula masih awam dengan pemahaman apa tentang pemilu itu, Bahkan pihaknya belum melihat adanya sosialisasi tersebut kepada pemilih yang didominasi usia remaja. Lantas itu juga berpengaruh pada pemilih muda, yang seharusnya sesuai UU No. 7 tahun 2017 yang menyebutkan pemilih pemula yang pada 17 April 2019 berumur 17 bisa mengikuti Pemilu masih belum melakukan perekaman dan pencetakan e-KTP karena faktor ketidaktahuan. "Nah ini harus benar disikapi dengan melakukan ...
![]() |
| (Illustrasi : Pelajar Memilih & Peran Pelajar Dalam Pesta Demokrasi) |
"Terlebih, pemilih pemula cukup rawan dalam penggunaan hak pilihnya. Mengingat mereka memiliki kontribusi besar dalam perolehan suara pilpres dan pileg nantinya"
Ketua Umum KPT, Usvia Dewi Masita mengatakan masih banyak pemilih pemula masih awam dengan pemahaman apa tentang pemilu itu, Bahkan pihaknya belum melihat adanya sosialisasi tersebut kepada pemilih yang didominasi usia remaja.
Lantas itu juga berpengaruh pada pemilih muda, yang seharusnya sesuai UU No. 7 tahun 2017 yang menyebutkan pemilih pemula yang pada 17 April 2019 berumur 17 bisa mengikuti Pemilu masih belum melakukan perekaman dan pencetakan e-KTP karena faktor ketidaktahuan.
"Nah ini harus benar disikapi dengan melakukan sosialisasi. Bahkan jika pemilih pemula sudah masuk dalam DPT, jika tidak mempunyai e-KTP atau Suket, tidak dapat menyalurkan hak pilihnya. Maka dari itu Capil dan KPU harus lebih gerak cepat agar bisa menyelamatkan hak pilih mereka," jelasnya
Selain problem administratif, lanjut Dewi pemilih pemula rawan dipolitisasi dan dijadikan komoditas politik untuk mendongkrak popularitas dan elektabilitas kontestan Pemilu tersebut. Itu karena mereka masih awam dengan dunia politik. Mereka dengan mudah didekati dan dipengaruhi.
"pemilih pemula masih banyak yang puber atau labilitas dan emosionalitas. Dimana banyak yang bersemangat atau antusias dan juga banyak yang apatisme dan ingin golput karena tidak peduli dengan pemilu," tegasnya
Pemilih pemula sering menjadi sasaran empuk politik transaksional, atau politik uang.Nah ini perlu diawasi sangat ketat. Maka dari itu, pihaknya berharap ada penyelematan oleh penyelenggara pemilu. terkait penyelematan kerawanan yang dia sebutkan. Misalnya dengan memberikan sosialisasi atau pendidikan pemilu kepada pemilih pemula yang dilakukan KPU agar mereka lebih cerdas.
"Bawaslu dan partai politik juga harus aktif untuk menyelamatkan jutaan suara. Yakni, Bawaslu harus mendorong dan memastikan agar KPU dan Kemendagri melakukan langkah-langkah pasti, baik secara aturan maupun dalam pelaksanaannya. demikian partai politik, harus ikut berpartisipasi mensosialisasikan hal ini kepada konstituen dan anggotanya," terangnya.
SUMBER : KAWAN PELAJAR
EDITOR : Nisfina Naharoh
PUBLISHED : KPT

Komentar
Posting Komentar